| Foto Ilustrasi |
MEDAN — Dugaan aktivitas perjudian jenis tembak ikan di kawasan Medan Tuntungan kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian diarahkan kepada dugaan adanya oknum berseragam loreng yang disebut-sebut memberikan perlindungan terhadap aktivitas perjudian tersebut.
Nama Doni Barus atau DB juga disebut dalam sejumlah pemberitaan terkait dugaan jaringan judi tembak ikan di wilayah Medan dan sekitarnya.
Atas munculnya informasi tersebut, Pangdam I/Bukit Barisan diminta memberikan perhatian serius dan memastikan apakah benar terdapat oknum TNI yang terlibat atau memberikan perlindungan terhadap aktivitas perjudian.
Dugaan keterlibatan oknum aparat merupakan persoalan serius karena menyangkut integritas institusi dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat negara.
Bukan Sekadar Menindak Penjaga Lokasi
Apabila aktivitas perjudian tersebut terbukti masih berjalan, penanganan tidak seharusnya berhenti pada pemain, penjaga lokasi, atau operator mesin.
Aparat penegak hukum perlu menelusuri siapa pemilik mesin, siapa pengelola lokasi, bagaimana sistem penyetoran uang, serta pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut.
Jika benar terdapat oknum aparat yang memberikan perlindungan, maka identitas dan perannya juga perlu diperiksa berdasarkan bukti yang sah.
Pangdam I/Bukit Barisan Didorong Buka Ruang Pemeriksaan
Informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum loreng semestinya tidak dibiarkan berkembang menjadi rumor tanpa kepastian.
Pangdam I/Bukit Barisan diharapkan dapat memerintahkan pemeriksaan apabila terdapat informasi, laporan masyarakat, atau bukti awal yang mengarah pada keterlibatan personel TNI.
Jika dugaan tersebut tidak terbukti, klarifikasi resmi juga penting agar nama institusi TNI tidak terseret oleh informasi yang belum terverifikasi.
Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, masyarakat tentu berharap proses hukum dan disiplin militer dilakukan secara tegas serta transparan.
KaroNews Membuka Ruang Konfirmasi
KaroNews menegaskan bahwa penyebutan nama Doni Barus maupun dugaan keterlibatan oknum berseragam dalam naskah ini tidak dimaksudkan sebagai vonis atau penetapan kesalahan.
Setiap pihak yang disebut memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.
KaroNews juga membuka ruang konfirmasi kepada Pangdam I/Bukit Barisan, Polda Sumut, Polrestabes Medan, Doni Barus, serta pihak lain yang berkaitan dengan informasi tersebut.
Publik berhak mengetahui apakah dugaan tersebut benar memiliki dasar hukum atau hanya informasi yang belum terbukti.
KaroNews akan mengikuti perkembangan penanganan kasus ini dan menyampaikan informasi berdasarkan hasil verifikasi serta keterangan resmi pihak berwenang.